BERITA KAMPUS

BERITA KEMAHASISWAAN


BERITA KEMAHASISWAAN

SEMNAS KEBIDANAN 2018 “UPAYA MENGURANGI ANGKA KEMATIAN IBU”


Posted on 02 Mar 2018 | 07:57 by Hafidz

Surakarta – Ikatan Mahasiswa Prodi (IMP) D3 Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta menggelar Seminar Nasional (Semnas) yang mengambil tema “Peningkatan pendidikan Profesi Bidan dalam Upaya Mengurangi Angka Kematian Ibu” Sabtu (10/2). Bertempat di Auditorium Prof. Dra. Siti Baroroh Baried Kampus 1 Kegiatan seminar nasional tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IBI yaitu ibu Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes sekaligus sebagai nara sumber utama dalam seminar. Hadir pula sebagai tamu undangan adalah ketua IBI cabang se karasidenan Surakarta, jajaran pimpinan STIKES Aisyiyah Surakarta, para dosen dan seluruh civitas akademika prodi D III Kebidanan STIKES Aisyiyah Surakarta.

     Dibuka oleh ketua STIKES ‘Aisyiyah Surakarta dalam sambutanya beliau menyampaikan “ Kita sebagai calon bidan maupun bidan diminta untuk terus meningkatkan pendidikan dan ilmu pengetahuan serta wawasannya untuk menurunkan angka kematian ibu yang masih tinggi” terang Riyani Wulandari , S.Kep., Ns., M.Kep. Dalam  sambutannya beliau juga memaparkan bahwa bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak. Bidanlah yang mempunyai kedekatan dengan masyarakat dan paling banyak tersebar di wilayah terpencil. Bidan mempunyai peranan strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu STIKES ‘Aisyiyah Surakarta selaku institusi pendidikan berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyiapkan lulusan bidan yang professional dan beraklakul karimah.  STIKES Aisyiyah Surakarta bertekad melanjutkan perjuangan pendirian pendidikan kesehatan oleh para tokoh Aisyiyah pendahulu kami, yaitu ibu Hj Syuhud Rais (Ibunda dari bapak Amin Rais) dan ibu Hj Gito Atmojo. Beliaulah yang memprakarsai berdirinya Sekolah Bidan ‘Aisyiyah (SBA) pada tanggal 5 Mei 1966, yang terus berkembang hingga sekarang menjadi STIKES Aisyiyah Surakarta. Pendidikan bidan di STIKES Aisyiyah Surakarta termasuk pendidikan bidan swasta tertua di Indonesia. Saat ini STIKES Aisyiyah Surakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mengembangkan pendidikan bidan, seperti yang di harapkan dari organisasi profesi. STIKES Aisyiyah Surakarta sedang mengembangkan pendidikan kebidanan  ke jenjang S1 profesi bidan.

     Sementara itu ketua panitia seminar dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Mahasiswa Prodi D III Kebidanan, dimana peserta seminar adalah dosen dan mahasiswa yang bukan hanya berasal dari STIKES Aisyiyah Surakarta. Alhamdulillah kegiatan ini juga mendapatkan sambutan yang antusias dari mahasiswa dari luar kampus Aisyiyah. Semnas yang awalnya hanya menargetan kurang lebih 200 peserta,  ternyata dihadiri sekitar 250 peserta baik dari kalangan mahasiswa dan dosen STIKES ‘Aisyiyah Surakarta  juga dari luar kampus yang rata-rata adalah para pelaku kesehatan khususnya bidan. “Alhamdulillah kita dari panitia awalnya hanya menargetan 200 peserta namun teryata respon baik peserta dengan semnas ini sangat banyak hingga tak kurang 250 peserta yang turut hadir dalam semnas ini” terang Ita Cahya Rini ketua pelaksana semnas kebidanan. Kegiatan seminar tersebut juga menjadi ajang reuni para alumni bidan yang ingin merefresh pengetahuan mereka, terbukti banyak alumni yang datang untuk mengikuti seminar. Seminar Nasional ini di pandu oleh tiga pembicara  antara lain Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes (ketua umum PP IBI), Endang Sri Wahyuni, SST., M.Kes (Kaprodi D III Kebidanan STIKES Aisyiyah Surakarta),   dan Rusdin Rauf , STP, MP (Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta).

     Salah satu panitia Respati Fajarini  mengungkapkan tema tersebut dipilih karena yang terjadi di masyarakat saat ini banyak kasus ibu meninggal saat persalinan . “Tema yang kami angkat ini bertujuan untuk mengendalikan angka kematian ibu menjadi seminimal mungkin serta meningatkan hasil lulusan profesi bidan berkompeten dalam pelayanan kepada masyarakat" terang Respati saat ditemuai seusai acara.

     Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, dalam paparannya menjelaskan bahwa profesi Bidan di Indonesia telah diakui secara Internasional, namun bidan Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan tingginya AKI dan AKB. Ditambah pula dengan permasalahan distribusi penyebaran bidan yang belum merata diseluruh wilayah terpencil Indonesia. Selain dua hal tersebut, permasalahan bidan Indonesia adalah pengembangan profesi yang berjalan lambat, yang disebabkan pendidikan bidan Indonesia masih didominasi pendidikan vokasi. Diperlukan peningkatan pendidikan bidan Indonesia. Pendidikan bidan setingkat sarjana akan lebih bisa menyiapkan bidan yang tanggap dengan situasi terkini, mengatasi situasi kompleks yang dihadapi perempuan sepanjang siklus reproduksinya, serta bayi dan balita sehat.  Diharapkan dengan pendidikan bidan yang meningkat, akan meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan kepada masyarakat. Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes. menegaskan bahwa peningkatan pendidikan bidan menjadi gagasan penting untuk ditindak lanjuti, karena perkembangan ilmu pengetahuan secara global maupun dalam lingkup internal kebidanan yang terus berkembang pesat menjadi salah satu tantangan bagi kiprah bidan di masa sekarang maupun yang akan datang.

     Senada apa yang disampaikan Ibu Emi sapaan akrab Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes. dalam pemaparanya Endang Sri Wahyuni M.Keb. menjelaskan tentang bagaimana Optimalisasi Peran Bidan dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu. Bidan harus dapat berperan dan membantu pemerintah dalam penurunan AKI dan AKB, serta progam SDG’s melalui pelayanan kebidanan yang berkualitas. Bidan merupakan garda terdepan pemerintah dalam mensukseskan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang telah dicanangkan oleh menteri kesehatan Indonesia. Peran bidan dalam PIS-PK adalah memberikan pelayanan kebidanan yang professional dan berkualitas sesuai dengan ruang lingkupnya, yaitu Ibu hamil dan bersalin, ibu nifas dan menyusui, bayi, balita, anak pra sekolah, anak sekolah, remaja dan dewasa muda. Dalam meningkatkan mutu layanan kebidanan, bidan harus melakukan pemenuhan kode etik, standart profesi, hak pengguna pelayanan kes, standart pelayanan, dan SOP yang telah ditetapkan. Bidan dituntut harus matang dalam Intelektualitas, Emosionalitas, Spiritualitas dan soft skill yang baik. Bidan professional memiliki kemampuan dalam ketrampilan klinis, dengan didukung kemampuan berfikir kritis, analisis dan kemampuan mengadvokasi, serta memberdayakan masyarakat guna mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Bidan sangat berperan dalam pencapaian indikator keluarga sehat khususnya program kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan keluarga.

     Nara sumber seminar Rusdin Rauf , STP, MP. Memaparkan materi tentang Inovasi Produk Pangan untuk Mengatasi Anemia Ibu Hamil. Anemia masih merupakan masalah wanita hamil di Indonesia. Dari setiap 10 wanita hamil, terdapat 7 diantaranya mengalami anemia. 6 dari 10 ibu hamil mengalami kekurangan asupan zat gizi makro dan mikro. 1 dari 3 ibu menyusui mengalami kekurangan asupan zat gizi makro dan mikro. Kondisi masalah nutrisi itulah yang memicu pemikiran bagaimana membuat inovasi pangan yang mampu mengatasi masalah kekurangan asupan zat gizi sehingga angka anemia pada ibu hamil dapat diturunkan. Zat besi banyak ditemukan pada daging sapi, hati, ikan, sereal, maupun bayam. Beberapa inovasi pangan yang telah dibuat dan diteliti adalah mengolah produk lokal yang kaya akan zat besi, sebagai bahan dasar dalam beberapa bentuk produk makanan yang lebih menarik dan diminati. Salah satu contohnya membuat mie basah dan mie kering dari tepung bayam, membuat kerupuk dari tepung ikan sidat, membuat cookis dari buah bit, pudding dari sari buah dan sayur dan masih banyak lainnya. (Respati/Kaprodi Bidan/Hafidz)


SERTIFIKAT AKREDITASI

PENGUMUNAN

DOWNLOAD

AGENDA

 Nov 2017 
02

PPGD Prodi DIII Keperawatan
2 - 5 November 2017

 Nov 2017 
01

Sumpah Profesi Ners Angkatan Ke VII
1 November 2017

Selengkapnya...


JADWAL AKADEMIK


Kontak Info

Alamat: JL. Ki Hajar Dewantara No. 10 Kentingan Jebres Surakarta

Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah INDONESIA

Jam Operasional : 07.00 - 14.00 WIB

No HP/WA : 0858-0331-2535

No. Telp : (0271) 631141

Facebook : stikes.aiska.official

Instagram : stikes.aiska.official

Youtube : www.youtube.com/stikes-aisyiyah

Email : info@stikes-aisyiyah.ac.id

Informasi

Kota Surakarta

PDM Kota Surakarta

Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah

Pangkalan Data Pendidikan Tinggi

Simlitabmas

Servis

Pusat Penelitian & Pengabdian



© Copyright - STIKES 'AISYIYAH SURAKARTA - 2017
Created By sumijanmuhi@gmail.com