Angkat Sumpah Program Pendidikan Profesi Ners
- Diperbarui pada 16 Mei 2012
- Dilihat: 319
Acara angkat sumpah ini merupakan prosesi angkat sumpah yang pertama kalinya diselenmggarakan bagi mahasiswa Program Profesi Ners di STIKES ‘Aisyiyah Surakarta. Acara yang dipimpin oleh Ketua STIKES ‘Aisyiyah Surakarta yaitu Ibu Mulyaningsih S.Kep, Ns, M.Kep ini digelar di ruang Aula Kampus I STIKES ‘Aisyiyah Surakarta Jl Ki Hajar Dewantoro No 10 Kentingan Surakarta. Dalam acara angkat sumpah ini, selain hadir Ketua Stikes ‘Aisyiyah Surakarta beserta jajaran pimpinan, Pengurus Daerah ‘Aisyiyah Surakarta, Badan Pelaksana Harian Stikes ‘Aisyiyah Surakarta, acara juga dihadiri oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Surakarta yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris PPNI kota Surakarta, serta utusan dari lahan praktik mahasiswa Profesi Ners.
Dalam sambutan angkat sumpah profesi ners ini ibu Mulyaningsih, S.Kep, Ns, M.Kep selaku ketua STIKES ‘Aisyiyah Surakarta mengingatkan kepada Ners baru bahwa sumpah yang diucapkan selain disaksikan yang hadir dalam acara tersebut, terlebih lagi sumpah juga dilakukan di hadapan Tuhan yang maha Esa sehingga sumpah ini akan mengandung pertanggungjawaban tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Beliau juga mengingatkan bahwa dari adanya sumpah ini bukanlah akhir dari kegiatan pemberian pelayanan kesehatan tetapi merupakan awal dari pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Sehingga beliau berpesan agar para ners baru berusaha mengembangkan diri menjadi perawat professional yang Islami serta dapat meningkatkan keilmuan keperawatan secara terus menerus sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan.
Senada dengan apa yang disampaikan ketua Ketua STIKES ‘Aisyiyah Surakarta, dalam sambutan Ketua PPNI kota Surakarta yang dibacakan oleh Sekretaris PPNI Kota Surakarta bapak Suminanto S.Kep beliau menyatakan bahwa para ners baru harus menjadi perawat professional yang berpegang pada prinsip nilai dan moral serta standar profesi keperawatan. PPNI Pada kesempatan Pada kesempatan ini pula Ketua PPNI mengharapkan agar para ners baru memiliki jiwa kemandirian di dalam menghadapi era globalisasi yang penuh persaingan dan penuh tantangan. Apalagi adanya berbagai peluang dan tantangan ke depan yang perlu di antisipasi mengingat saat ini profesi perawat sedang memperkokoh pondasi profesi khususnya etikolegal, kompetensi dan profesionalisme. Ketua PPNI juga mengingatkan bahwa dengan adanya Permenkes 148 tahun 2010 tentang Praktek Perawat dan Permenkes 1796 tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Perawat, maka perawat dituntut untuk meningkatkan kompetensi untuk menjamin praktek mandiri perawat sesuai kewenangannya dan kompetensinya. Oleh karena itu Ketua PPNI mengingatkan agar dalam menjalankan praktek perawat nantinya harus benar-benar professional dan sesuai dengan standar kompentesi dan standar profesi perawat.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Badan Pelaksana Harian Stikes ‘aisyiayah Surakarta juga berkenan memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dengan IPK Profesi 4,00, yaitu Eska Dwi Prajayanti, S.Kep. Sedangkan dalam laporan pendidikan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Angkat Sumpah Ners sekaligus Pembantu Ketua I bidang akademik yaitu ibu Siti Fatmawati, S.Kep, Ns dapat diketahui bahwa dari 47 mahasiswa yang mengikuti program Profesi ners, 45 mahasiswa telah berhasil lulus sebagai ners dengan 42 orang diantaranya lulus dengan predikat cumlaude dan 3 orang dengan predikat sangat memuaskan. Sebagai informasi, pendidikan keperawatan di tingkat sarjana terdiri dari dua tahap yaitu akademik dan profesi. Tahap pendidikan akademik dilaksanakan di kampus untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) dan dilanjutkan dalam pendidikan profesi kurang lebih selama 1 tahun dan 4 bulan untuk memperoleh gelar Ners (Ns) yang dilaksanakan di RSU Dr Moewardi Surakarta, RS Jiwa Daerah Surakarta, Panti Wredha Dharma Bakti Pajang Surakarta serta wilayah DKK Kota Surakarta khususnya Kecamatan Jebres untuk praktik komunitas. (19/3 2012-anjar)